Pengertian Capex dan Opex dalam Budgeting

Pengertian Capex dan Opex dalam Budgeting
Pengertian Capex dan Opex dalam Budgeting
Dalam merencanakan budget, ada dua istilah yang kerap muncul, yakni Capital Expenditure (Capex) dan Operational Expenditure (Opex). Pada dasarnya, Capex dan Opex merepresentasikan dua kategori dasar pengeluaran bisnis. Perbedaan keduanya terletak pada jenis pengeluaran dan perlakuan yang diberikan terkait perpajakan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Capital Expenditure

Capital expenditure adalah biaya yang digunakan suatu bisnis untuk membeli barang-barang atau layanan besar yang dapat memperluas kemampuan perusahaan untuk meningkatkan profit. Apabila barang atau layanan yang dibeli tersebut digunakan secara aktif selama lebih dari satu tahun, maka Capex akan dicantumkan sebagai aset pada neraca keuangan perusahaan. Seperti yang diberlakukan dalam peraturan pajak, Capex tersebut juga akan dikenakan biaya penyusutan untuk menyebar biaya aset selama masa penggunaannya. Idealnya, Capex mengalami penyusutan biaya dalam jangka waktu 5-10 tahun. Penyertaan Capex biasanya hanya dilakukan oleh perusahaan yang menggunakan modal dalam jumlah besar dan telah memiliki basis pelanggan yang cukup stabil.

Operational Expenditure

Operational Expenditure atau Opex merujuk pada biaya yang dikeluarkan perusahaan secara berkelanjutan demi menjalankan bisnis mereka. Namun, berbeda dari Capex, Opex memiliki sifat tax-deductible. Artinya, perusahaan tak perlu mencantumkan Opex pada saat penghitungan pajak tahunan. Di sisi lain, Opex juga kerap menjadi jenis pengeluaran reguler yang paling banyak dikucurkan perusahaan. Banyak pihak manajemen perusahaan yang akhirnya berusaha mencari cara untuk menurunkan Opex tanpa harus mengorbankan kualitas produk/ layanan yang mereka hasilkan.

Ilustrasi sederhana tentang biaya modal (capital expenditure) dan biaya operasi (operating expenditure):
Jika kita membeli telepon, kita sedang membeli aset fisik, maka kita bisa menganggapnya sebagai biaya modal (capital expenditure), sedangkan pada akhir bulan kita akan membayar tagihan telepon akibat aktivitas bisnis kita dengan menggunakan telepon, maka tagihan telepon bisa dikatakan biaya operasi (operating expenditure).

https://yuka-dwi-bantara.blogspot.com/

Post a Comment

0 Comments